Penyebab dan Cara Mengatasi Android Lemot Setelah di Root

Penyebab dan Cara Mengatasi Android Lemot Setelah di Root - Bagaimana cara me root android ? Banyak para pengguna android di luar sana banyak sekali yang menginginkan untuk me-root hp android mereka,namun mereka kurang mengerti tujuan dari me root hp android yang dimilikinya. Salah satu tujuan root hp android adalah menginginkan ugrade os android mereka sebagai cara mengatasi android lemot. Akan tetapi yang terjadi adalah hape android menjadi lemot setelah di root.

Lalu untuk mengatasi android lemot setelah di root harus dilakukan tindakan seperti apa ? Pastinya setiap orang menginginkan untuk memiliki smartphone android yang tidak mempunyai kemungkinan untuk rusak, dan jika mengalami suatu kerusakan akan berusaha diatasi sendiri. Seperti halnya saat melakukan rooting, pengguna android tersebut harus bertanggung jawab sendiri jika ponselnya mengalami hal yang tidak diinginkan contohnya android brick. Terdapat berbagai macam kerusakaan yang ada pada smartphone Android pasca dilakukannya ROOT, dan tidak hanya sekedar hp android menjadi lemot setelah di root saja bahkan bisa menjadi bootlop.

baca juga : Fungsi Root Pada Android beserta Kelebihan dan Kekurangannya

Untuk itu kami disini akan berbagi informasi mengenai hp android lemot setelah di root tentang penyebab android lemot setelah di root dan cara mengatasi android lemot. Kami mengingatkan untuk mencari cara lainnya selain root pada android untuk tujuan-tujuan yang tidak begitu penting jika teman-teman belum memahami seutuhnya tentang root. Agar hal yang tidak diinginkan tidak sepenuhnya terjadi, alangkah lebih baiknya simak dibawah ini, beberapa tips yang dapat dilakukan setelah handphone Android dalam keadaan ROOT.

Penyebab dan Cara Mengatasi Android Lemot Setelah di Root

cara mengatasi android lemot


Berikut ini adalah tips yang dapat dilakukan pada ponsel android yang sudah di root agar tidak lemot :

1. Install CWM Permanen
  • Ini hal yang Saya utamakan karena ponsel Android membutuhkan penyelamatan pertama, dan itu adalah CWM, sebuah recovery yang sudah diubah dan memiliki fitur yang lebih banyak ketimbang recovery default. Silahkan lakukan backup setelah menginstall, supaya jika ponsel Android mengalami soft brick bisa diatasi dengan cara restore saja.

2. Install Busybox
  • Percaya ataupun tidak, banyak sekali aplikasi yang menginginkan akses root, membutuhkan busybox untuk performa yang lebih baik. Dengan menginstall busybox ini sangat membantu memberikan program khusus didalam sistem dan tentunya tidak akan ada efek sampingnya untuk menginstall busybox ke system.

3. Pasang Antivirus 
  • Dikarenakan sistem yang terbuka, akan lebih baik menginstall sebuah aplikasi antivirus. Dengan bantuan antivirus, setiap aplikasi yang terinstall akan langusung dipindai dan dilihat didalam apakah mengandung virus atau tidak. Karena sebagian aplikasi yang tidak terdapat di playstore memberikan kejutan yang spesial berjenis virus.

4. Pasang Aplikasi Penghemat Baterai
  • Ponsel yang sudah diroot, kadang penggunanya memperlakukan ponselnya secara berlebihan, contohnya saja memaksakan ponselnya untuk memainkan game HD yang luar biasa besarnya. Hal ini bisa diminimalisir dengan aplikasi penghemat baterai khusus ROOT, yaitu Greenify.

5. Pasang Titanium Backup
  • Dengan bantuan aplikasi bernama Titanium Backup ini, pengguna bisa melakukan backup pada aplikasi yang ada beserta data yang didalamnya, dan bisa dilakukan restore beserta datanya. Bisa juga melakukan pembekuan aplikasi yang bersifat seperti melarang aplikasi untuk hidup kecuali dilakukan pencairan, dan aplikasi tersebut bisa hidup kembali dan dapat dibuka.

6. Pasang Terminal Emulator
  • Tidak hanya membantu dalam bidang penjalanan program, tapi dengan terminal ini bisa membantu untuk melakukan sesuatu dan sudah disediakan fitur khusus untuk ponsel yang di ROOT. contoh kecilnya bisa menuju recovery lebih mudah, menjalankan opernvpn, menjalankan ffmpeg, dan lain-lain yang berhubungan dengan sistem pasti ada.

7. Pasang Link2SD
  • Biasanya pada superuser sudah disediakan alat untuk menghapus aplikasi tidak penting dari sistem, seperti bawaan yaitu BBM, Facebook, Twiiter, dan social media lainnya. Tapi supaya internal memory tidak penuh, bukankah lebih baik untuk dipindahkan saja ke SDCard? Nah untuk demikian dan lakukan hal tersebut bisa menggunakan aplikasi bernama Link2SD

Demikian artikel kami tentang mengatasi android lemot setelah di root yang dapat kami berikan informasinya. Semoga artikel android lemot kali ini dapat menjadikan sebuah manfaat bagi para teman-teman pecinta android. Baca juga artikel kami lainnya tentang Cara Mengatasi Android Lemot Tanpa Root. Sekian dan Terima kasih, Salam ponsel !!

0 komentar

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.